MAPK4 membungkam bersama dengan penghambat PARP1 sebagai terapi kombinasi dalam sel kanker payudara triple-negatif

MAPK4 mempromosikan proliferasi sel HCC1937. ( A ) Ekstraksi total mRNA dari sel siMAPK4, sel siRNA berebut dan sel kontrol. RNA ditranskripsi terbalik ke cDNA, dan tingkat ekspresi mRNA relatif MAPK4 ditentukan melalui RT-qPCR. ( B ) Protein total sel siMAPK4, sel siRNA berebut dan sel kontrol diekstraksi, dan tingkat ekspresi MAPK4 diukur melalui western blotting. ( C ) Ekstraksi mRNA total dari sel kontrol, sel overekspresi-NC dan sel overekspresi-MAPK4. RNA ditranskripsikan secara terbalik ke cDNA, dan tingkat ekspresi mRNA relatif MAPK4 ditentukan menggunakan RT-qPCR. ( D ) Protein total sel kontrol, sel overekspresi-NC dan sel overekspresi-MAPK4 diekstraksi, dan tingkat ekspresi MAPK4 diukur melalui western blotting. ( E ) Sel kontrol, sel overekspresi-MAPK4 dan sel siMAPK4 diunggulkan dalam pelat 96-sumur (5.000 sel / sumur). Tes MTT dilakukan pada 24, 48 dan 72 jam. ***P

Gambar 3.

siMAPK4 meningkatkan sensitivitas sel TNBC terhadap olaparib inhibitor poli ADP-ribosa polimerase-1. Sel diunggulkan dalam piring 6-sumur semalaman, dan ditransfeksi dengan plasmid siRNA dan siMAPK4 pengacakan selama 48 jam. Selanjutnya, sel diperlakukan dengan olaparib selama 24 jam. (A) Pengujian Cell Counting Kit-8 dilakukan untuk menguji viabilitas sel. (B) Sel-sel yang ditransfeksi dikultur, dan media diganti dengan media RPMI-1640 pada hari berikutnya. Selanjutnya dilakukan uji penyembuhan luka. Bilah skala, 100 m. (C) Tingkat migrasi dihitung dari uji penyembuhan luka. ( D ) Tingkat apoptosis sel yang diobati dengan kontrol, siRNA-scramble, siMAPK4, olaparib dan kombinasi siMAPK4 + olaparib diuji menggunakan uji TUNEL. Bilah skala, 50 m. (E) Analisis statistik dari hasil uji TUNEL. ***P###P<0,001 vs. olaparib. siMAPK4, siRNA-MAPK4; siRNA, RNA pengganggu kecil.

Gambar 4.

Gambar 4.

MAPK4 memberikan fungsi perbaikan kerusakan DNA dengan mengatur jalur pensinyalan AKT. (A) Western blotting dilakukan untuk menguji tingkat ekspresi protein p-AKTT308 dan p-AKTS473 dalam sel kontrol, sel yang ditransfeksi dengan siRNA berebut dan sel yang ditransfeksi dengan siMAPK4. (B) Tingkat ekspresi protein p-AKTT308 dalam sel MAPK4-overexpressing vs sel kontrol diukur melalui western blotting. (C) tingkat ekspresi mRNA AKT dalam sel AKT-CA diuji melalui PCR transkripsi-kuantitatif terbalik. **P<0,01. (D) Western blotting dilakukan untuk memeriksa tingkat ekspresi protein p-AKTT308 dan total AKT. (E) Imunofluoresensi digunakan untuk menguji tingkat ekspresi protein dan lokasi H2AX dalam kelompok kontrol, siMAPK, siMAPK dengan olaparib siMAPK, siMAPK + olaparib, siMAPK + AKT-CA dan siMAPK + olaparib + AKT-CA. (F) Tingkat ekspresi protein RAD51 dan p-DNA-PK diuji menggunakan western blotting pada kelompok kontrol, siMAPK, siMAPK + olaparib, siMAPK + AKT-CA dan siMAPK + olaparib + AKT-CA. (G) Tingkat ekspresi protein Bcl2 dan Bax diuji melalui western blotting. AKT-CA, AKT aktif konstitutif; NC, kontrol negatif; siMAPK4, siRNA-MAPK4; siRNA, RNA pengganggu kecil; H2AX, histon terfosforilasi H2AX; casp, caspase; p-, terfosforilasi; DNA-PK, subunit katalitik protein kinase yang bergantung pada DNA.